Puisi Romantis : Purnama Di Sudut Malam
Purnama Di Sudut Malam
Sudut-sudut tempatku bermain dulu, telah tumbuh menjadi tembok-tembok tinggi.Tempat yang dulu memelukku, menyembunyi bayangku, yang membungkam bunyi-bunyian, melindungi kepala yang kusungkurkan dari penjaga keriuhan. Kini sudut itu mencemooh tiada henti.
Di kolong surau tempatku menjejaki barzanji, kini menjelma petak-petak mendulang sepi.
Tempat itupun menertawai tanpa segan.
Baiklah.
Mari kupadamkan obormu.
Baiklah.
Mari kupadamkan obormu.
Ambillah pelita kecil dari bola mataku.
Bawalah sekantong kunang-kunang penerangku.
Sebab purnama telah redup, telukung malam melenggang di seluruh sudut kenang.
Dan sudut-sudut tepian masa lampau tetap kujumpai, berkali-kali, meski hanya nyeri yang kutemu kini.
Dan sudut-sudut tepian masa lampau tetap kujumpai, berkali-kali, meski hanya nyeri yang kutemu kini.

Comments
Post a Comment