Puisi Roman Picisan : Hujan Di Senja Ini
Hujan di Senja Ini
terjebak di amarahnyahujan dan rindu
jalan tak selalu lempang
kadang diam, kadang timpang
bukan, bukan karena batu
atau pagar jalanan
tapi kabut cemburu
langit kepada bumi
tak pernah tersudahi gundah
selama cinta
menjadi diorama di dinding hati
menjadi majas di setiap puisi
terkurung di gelisahnya
rinai-rinai gerimis
pada senja yang muram
juga langit yang suram
Kususuri senja
dalam amarah hujan dan rindu
padamu
Yang bukan untukku

Comments
Post a Comment