Puisi Hati : Dendam Yang Tak Pernah Padam
Wardan Word menyajikan puisi cinta, puisi sedih, puisi lucu, puisi agama, puisi sosial, puisi indonesia, puisi
binatang,
dan puisi sahabat.
Dendam Yang Tak Pernah Padam
Hiruk-pikuk dalam kepalaMeluncurkan percik api dari ketidaktahuan hati
Pada pagi yang bernas kini kumulai
Kuamati sekali lagi
Pucuk-pucuk perdu telah ditinggal embun
Debu yang pasrah beterbangan ke arah entah
Jejak-jejak ranting patah yang kututupi
Daun-daun luruh tak kupedulikan
Alih-alih mengais remah menghumus di gundukan rasa perih; kutanam di sana sebiji dendam
Tumbuhlah ia kini menjuntai dari ubunku
Merambat membelit tungkai-tungkai
Meracuni dadaku
Hati pun menghitam perlahan
Bukankah ini melebihi kematian?
Saat rasa direnggut amarah
Hidup, hanya tumbuh ... lalu habis dirajam nafsu

Comments
Post a Comment