Puisi Cinta Pelangi Dimatamu
Wardan Word menyajikan puisi cinta, puisi sedih, puisi lucu, puisi agama, puisi sosial, puisi indonesia, puisi
binatang,
dan puisi sahabat.
Pelangi Dimatamu
Sajak meriap, senja di pelupuk mataMelapang dada tiada durja
Hilang
rupa setengah dewa, mengumpat, menghujat
katanya ilalang bukan lawan
bujuk melalap ibukota bertuan
duduki persimpangan jalan, padanya
Malaikat-malaikat kelaparan, lupa mengingat
Sajak dan senja menghitung laba, berseteru biru
Setubuhi gelandang juga manusia-manusia emperan jalan
Ah, muram wajah di sudut lampu merah
Berteriak sopir-sopir angkot mengejar setoran
menangis anak-anak kelaparan, bungkam menatap langit terang
Setubuhi gelandang juga manusia-manusia emperan jalan
Ah, muram wajah di sudut lampu merah
Berteriak sopir-sopir angkot mengejar setoran
menangis anak-anak kelaparan, bungkam menatap langit terang
Aspal saja meluap, retak tak kuat
Panas membunuh, tanah-tanah merenung; keluh dalam simpuh
Sudahkah kita?
Entahlah, masih malu tatap pelangi
tinggi menantang bumi selagi ada di telapak kaki
Panas membunuh, tanah-tanah merenung; keluh dalam simpuh
Sudahkah kita?
Entahlah, masih malu tatap pelangi
tinggi menantang bumi selagi ada di telapak kaki

Comments
Post a Comment