Puisi Sahabat : Untukmu Sahabat Karibku
Untukmu Sahabat Karibku
ketika membaca sajakmubebau bunga itu tak lagi tumbuh
dan seperti biasanya,
kudapati cuma daun kering
yang membiarkan tangan angin
menjinjingnya ke mana
hari-hari pun telah menjadi serupa
buat entah yang kau sulam
pada lembaran panjang kain musim
hitam-putih tanpa tepi
kadang di siang yang lain, kau menulis sunyi
sambil menjumlahkan bulan-bulan separuh
yang katamu telah kau tanam
berharap nanti bisa tumbuh penuh
di sini, ketika membaca sajakmu
kita sama-sama sedang mengunyah senja,
menikmati setiap telan
dengan kenikmatan kita masing-masing
aku tersenyum,
kita hanyalah dua orang sahabat
yang ingin berdamai dengan laut,
berlayar dengan haluan yang sama
tapi pulau kita berbeda

Comments
Post a Comment