Puisi Roman Picisan : Syair Sang Awam



Wardan Word menyajikan puisi cinta, puisi sedih, puisi lucu, puisi agama, puisi sosial, puisi indonesia, puisi binatang, dan puisi sahabat.

Syair Sang Awam

Pagi telah menyulam mimpi-mimpi suram di malam kelam. 
Embun membasuh dahaga dedaun yang tengah tengadah. 
Pada kidung nyanyian alam. 
Suara-suara saling bersahutan. 
Salam sapa, sapa siapa, saling berkata, kata siapa, saling melupa, lupa pada sang Esa.

Mata memandang, hari berlari mengejar si pencuri waktu. 

Siapa benar, siapa salah, siapa menang, siapa kalah, siapa kita. 
Tiada mampu memandang matahari dengan seluruh. 
Kecuali, mengingatnya di masa teduh.

Pohon-pohon berbisik pada penguasa jagat. 

"Selamatkanlah kami dari tangan si rakus sampai tiba hari kiamat." 
Daun-daun muda gugur sebelum ranting-ranting tua terkubur. 
Bumi mengelus dada pertanda 'tak tahan dengan luka-luka di wajah dunia.

Langit meneteskan air mata murka. 

"Bencana, bencana, bencana." 
Teriak penghuni alam raya, sembari berlarian tunggang-langgang sampai lupa jalan pulang. 
Tuhan, duduk bersabar menanti taubat calon penghuni mahsyar. 
Malaikat menyaksikan kejadian-kejadian, kekejian-kekejian yang tergelar. Semesta kian terkapar.

Tuhan senantiasa dengan tangan terbuka, menerima segala keluh kesah. Mendengarkan sesal-sesal pendosa. 

Sebelum, ladang tergarap oleh iblis durja. 

Tanamlah kembali benih-benih iman. 
Sirami dengan takwa dan kesabaran. 
Hingga, tumbuh rindang jadi tempat berteduh di istana surga nanti.

Comments

Popular posts from this blog

Puisi Cinta Dalam Diam

Puisi Cinta Galau Terbaik

Puisi Surat Kecil Untuk Tuhan

Puisi Tentang Tuhan Terbaik

Puisi tentang Lebaran Terbaik

Puisi Cinta Sederhana

Puisi Menyambut Lebaran 2017

Tertulis Indah Puisi Cinta Dalam Hatiku

Puisi Aku Ingin Mencintaimu Dengan Sederhana

Puisi Cinta Buat Pacar