Puisi Roman Picisan " Puisi Cintaku Yang Merah"
Puisi Cintaku Yang Merah"
Puisiku merahSetelah kau racuni otakku oleh kata-katamu
Pada senja yang rekahannya menjingga
Merahmu menjadi darah puisiku
Apakah itu?
Hasrat yang teracik,
Apik
Merahku melahirkan imajimu
Liar, berpetualang dalam khayal
Lepaskanlah!
Seperti darah kita yang tiba-tiba memanas
Mengobar,
Dan jantung yang tak mampu terkendali
Saat merahku menguasai otakmu
Engkau membara
Memerah dalam puisiku
Aku menggelapar
Terhuyung dalam merahmu

Comments
Post a Comment