Puisi Roman Picisan : Dia Yang Ku Cinta
Dia Yang Ku Cinta
Soal rasa takut, kemana dapat kulipat, sedang netra tak mungkin berdusta, dan tarian raga cermin segalanya.Ya Allah, sungguh jika sauh tiada menyandar pada-Mu, boleh jadi biduk ini hilang arah, lalu karam diamuk badai.
Sungguh, jika dayung tak dikayuh karena-Mu, tentulah sesat beralih tujuku.
Duh ... betapa aku telah melihat gulita, bergerak tanpa Nur, di sana dalam ruang-ruang tanpa jendela.
Tentang itu aku takut, memikir dalam gelap 'ku dicekik, dijerat, diombang-ambing ketidakpastian.
Itu takutiku ya Rabbi.
Jika saja pegadaian jiwa aku masuki, mengganti nurani melebihi kecilnya biji sawi.
Tapi ada Engkau ya Ilahi, yang menopang lemah diri, memeluk pedih luka, menerang sudut hati berhias hitam jelaga.
Takutku terganti kepasrahan hati, gelap ini tiada kurisau, sebab Engkaulah suar, penjaga satu-satunya yang kutitipi.

Comments
Post a Comment