Puisi Rindu : Merindui Hening
Wardan Word menyajikan puisi cinta, puisi sedih, puisi lucu, puisi agama, puisi sosial, puisi indonesia, puisi
binatang,
dan puisi sahabat.
MERINDUI HENING
Duduk di sudut laguna sore ini, memandang ke arah pasir-pasir yang bergulir di sekelilingku, terkadang mereka bergerak ikuti kesiur angin.
Di sebelah kiri, sungai kecil mengalir tenang.
Di sana, beberapa anak kecil tertawa riang bercipratan dengan gembira.
Air sungai yang dangkal mengalir menemui bibir pantai di seberang dudukku.
Sudut ini tempat favorit, telah beberapa kali aku duduk sendiri di sini, meneliti setiap sisi yang ada bersamaku.
Lautan biru menatapku diam, hanya gemuruh dan deburnya memelukku tanpa persetujuan, lalu aku tenggelam berkali-kali, menghanyutkan jeram curam di hati yang kusimpan rapi.
Berjam-jam ekstase ini menguburku.
Kemudian, ketika angin berembus makin kencang, diiring siluet-siluet pohon nyiur, saatku beranjak, mengibas pasir-pasir halus di baju, dan pulang dengan seringai penuh rasa syukur.
Hidup ini teramat lengkap, saat hening, atau riuh, kita tak pantas mengeluh.
Hidup ini teramat lengkap, saat hening, atau riuh, kita tak pantas mengeluh.

Comments
Post a Comment