Puisi Ibu : Kau Meninggalkan Luka
Wardan Word menyajikan puisi cinta, puisi sedih, puisi lucu, puisi agama, puisi sosial, puisi indonesia, puisi
binatang,
dan puisi sahabat.
Kau Meninggalkan Luka
nak, kau sedang meninggalkan pagimenuju kerumunan terik,
jangan pernah berhenti menulis cinta
agar puisi tak terbaca lumut
atau serupa pecah-pecah di tanah
bahwa waktu
mengkisahkan siang dan malam
juga perselingkuhannya pada sore, itu benar
biar lebih membundarkan matamu
di sini, di kamar,
dulu kau tertidur setelah lama menunggu susu
aku berada di samping ibumu
tak lelah mengidungkan madah serupa dupa
buat wanginya menjadi cahaya
nak, jangan lupa berkabar,
aku dan ibumu sangat ingin mendengar
kau telah tiba di sana tanpa terbakar
dan lebih ingin lagi,
kembali ada yang mengetuk pintu kamar
dan akan kupastikan itu ketukan anak dari anak ayahku
nak, kau sedang meninggalkan pagi
dengan bekal sebuah cinta
biarlah menjadi peta di matamu
di kamar ini, aku dan ibumu akan terus berkidung
sambil menunggu tibanya riang makan siang bersamamu

Comments
Post a Comment