Puisi Alam : Di Sudut Keangkuhan Manusia
Di Sudut Keangkuhan Manusia
Aku berada di bentang alam semesta
Tepatnya di sudut keangkuhan hayat
Menyimak aura lantuman kemanjaan dari Sang Langit
Dari hamparan kulum bumi yang tengadah
Hingga ujung lengkung langit mengeja
Semua yang ada hanya untukmu manusia
Lihatlah aneka bangsa satwa
Yang hidup di dalam tanah
Juga yang di dunia air, menyamudra
Hingga yang terbang sampai batas cakrawala
Para mereka itu, di hadirkan tuk jadi penunjang bagimu
Mereka tidak diberi anugrah ruang pengajaran
Karena roh mereka tidak akan mewarisi atas surga ataupun neraka
Lirik juga ragam para flora di aneka raut bumi
Untuk apa mereka hidup
Yang tidak berhak atas surga neraka juga
Mari renungkanlah sekedar
Dari sisi yang sering melupa
Dari kelebihan talenta anugrah sebagai manusia
Satwa juga para flora itu
Yang dihidupkan untuk menghidupi
Demi yang hidup sebagai pewaris tahta
Yang disebut surga atau neraka, di bumi ini
Dan engkau sebagai pewaris tahta itu, sedang melupa diri
Lupa dari diri yang terduta
Atas roh yang bersemayam dalam ragamu
Akan engkau kemanakan rohmu itu
Setelah purna dari hidup di bumi
Surga yang mulia
Atau neraka yang menjilat
Itu sebuah pilihan yang tidak bisa kau tawar
Surutkan keangkuahanmu
Keangkuhan dari hidup murtad
Dengarkan lantuman senandung sang bijak
Agar engkau tak salah pilih
Dan aku
Hanya diberi hak sepatah lantum
Memungut tabir lupamu itu
Setelah itu aku akan sama seperti dirimu
Mengais butiran irama mengintip surga

Comments
Post a Comment