Puisi Alam " Bulan Oh Bulan "
Wardan Word menyajikan puisi cinta, puisi sedih, puisi lucu, puisi agama, puisi sosial, puisi indonesia, puisi
binatang,
dan puisi sahabat.
BULAN OH BULAN
sampai sekian sempatbulan belum juga terkumpul bulat
beberapa cahayanya masih teriris
di sela pepohon pakis
kemudian kita diam
saling menunggu angin menimbun
cekung di dada
sisa peot kemarin
andai bisa kuurai kembali kalimat
dengan menulis kata-kata
yang sempat lepas,
aku menghibur
bulan... oh bulan
aku ingin merayakan malam
bukan sebagai gelap
tapi pesta untuk menyambut fajar
tapi dengan apa
aku mencangkirkan cahayamu
sementara rerimbun pakis
masih menjala mataku
bulan... oh bulan
mungkinkah aku menjadi penyusup saja
untuk sebuah puisi
lunas kutulis

Comments
Post a Comment